Antusiasme masyarakat selama pelaksanaan MTQ dinilai menjadi bukti bahwa kegiatan keagamaan masih mendapat tempat penting di tengah perkembangan zaman. Momentum tersebut juga dinilai efektif untuk menanamkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an.

Di lokasi berbeda, Dandim 0209/Labuhanbatu Letkol Kav Hanung Kaptiaji, S.Sos., M.I.P memberikan penegasan terkait komitmen TNI dalam mendukung pembinaan mental dan spiritual masyarakat.
“TNI AD melalui Kodim dan Koramil akan terus hadir mendukung kegiatan positif masyarakat. Melalui MTQ dan Festival Seni Qasidah diharapkan lahir generasi Qurani yang mampu menjaga persatuan, toleransi, dan keharmonisan,” tegas Letkol Kav Hanung Kaptiaji.
Menurutnya, pembinaan karakter generasi muda tidak cukup hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga membutuhkan penguatan nilai agama dan budaya di lingkungan masyarakat.
Pelaksanaan MTQ ke-XVII dan Festival Seni Qasidah ke-XVIII Labura 2026 pun berjalan aman, tertib, dan lancar. Kehadiran unsur Forkopimda bersama masyarakat menunjukkan sinergi yang kuat dalam menjaga nilai religius dan persatuan daerah.
Selain menjadi agenda tahunan, MTQ juga dinilai sebagai sarana mempererat ukhuwah Islamiyah antarwarga. Semangat kebersamaan yang tercipta selama kegiatan berlangsung diharapkan terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara bersama unsur TNI, Polri, dan masyarakat ingin menghadirkan lingkungan yang religius, harmonis, serta kondusif bagi generasi muda.
Penutupan MTQ Labura 2026 menjadi simbol kuat bahwa nilai Al-Qur’an dan seni Islami tetap hidup serta berkembang di tengah masyarakat Kabupaten Labuhanbatu Utara. (Red)










