AKARRUMPUT.COM, Labuhanbatu – Direktur RSUD Rantauprapat, dr. Adi Subrata, Sp.A., M.K.M., akhirnya angkat bicara terkait video viral yang memperlihatkan meninggalnya seorang pasien usai menjalani tindakan cuci darah (hemodialisa) di rumah sakit tersebut.
Klarifikasi itu disampaikan dr. Adi didampingi jajaran manajemen RSUD Rantauprapat saat menggelar pertemuan dengan sejumlah awak media di Ruang Rapat Gedung RSUD Rantauprapat, Senin (13/07/2026).

Dalam kesempatan itu, pihak rumah sakit memaparkan kronologi penanganan pasien berdasarkan hasil evaluasi internal dan rekam pelayanan medis. Menurut dr. Adi, informasi yang beredar di media sosial, khususnya mengenai dugaan pasien ditelantarkan saat menjalani cuci darah, perlu diluruskan agar masyarakat mendapatkan informasi secara utuh.
“Kami menyampaikan penjelasan ini berdasarkan kronologi pelayanan yang ada di rumah sakit. Dari hasil evaluasi yang kami lakukan, tidak ada penelantaran terhadap pasien. Seluruh tindakan dilakukan sesuai kondisi pasien dan prosedur pelayanan yang berlaku,” kata Dirut RSUD Rantauprapat (Senin, 13/07/2026).
Ia menjelaskan, pasien berinisial S.U. masuk ke ruang perawatan pada Sabtu (11/07/2026) sore dengan keluhan sesak napas. Saat tiba di rumah sakit, pasien langsung mendapatkan penanganan awal berupa pemeriksaan dan bantuan oksigen.
Setelah dilakukan evaluasi oleh dokter yang menangani, kondisi pasien dinilai memerlukan tindakan cuci darah darurat.
“Setelah diperiksa dan dikonsultasikan, diputuskan pasien harus menjalani cuci darah karena kondisi yang dialami merupakan keadaan darurat,” terangnya.
Sebelum tindakan dilakukan, pasien lebih dahulu dipersiapkan di ruang perawatan hingga ruang hemodialisa siap menerima pasien. Sesampainya di ruang tersebut, kondisi pasien kembali diperiksa.
Menurut dr. Adi, saat itu tekanan darah pasien masih sangat tinggi sehingga proses cuci darah belum bisa langsung dimulai. Tim medis terlebih dahulu memberikan terapi agar tekanan darah turun ke batas yang dianggap aman.
Setelah kondisi pasien membaik, tindakan cuci darah kemudian dilaksanakan sesuai prosedur.










