Menu

Mode Gelap
Dewan Rajin Live, Rakyat Menunggu Kerja Nyata Wabup Jamri Hadiri Maulid Nabi 1448 H di Cendana Asri NPD Tak Cuma Haus Pujian, Orang Sekitar Bisa Jadi Korban Gerakan Asri Bergerak, DLH dan Aparat Bersihkan Tugu Juang 45 Lobusona Babinsa Koramil 01/AK Hadiri Maulid Nabi, Syiar Al-Qur’an Menggema di Siduadua Lahan Jadi Kunci, Dandim Labuhanbatu Gas Pembentukan KDKMP

Headline

Video Viral Pasien Meninggal, RSUD Rantauprapat Tegaskan Tak Ada Penelantaran oleh Petugas

badge-check


					Direktur RSUD Rantauprapat, dr. Adi Subrata, Sp.A., M.K.M., didampingi jajaran manajemen RSUD Rantauprapat saat menggelar pertemuan dengan sejumlah awak media di Ruang Rapat Gedung D RSUD Rantauprapat, terkait video viral di medsos, Senin (13/07/2026) Perbesar

Direktur RSUD Rantauprapat, dr. Adi Subrata, Sp.A., M.K.M., didampingi jajaran manajemen RSUD Rantauprapat saat menggelar pertemuan dengan sejumlah awak media di Ruang Rapat Gedung D RSUD Rantauprapat, terkait video viral di medsos, Senin (13/07/2026)

AKARRUMPUT.COM, Labuhanbatu – Direktur RSUD Rantauprapat, dr. Adi Subrata, Sp.A., M.K.M., akhirnya angkat bicara terkait video viral yang memperlihatkan meninggalnya seorang pasien usai menjalani tindakan cuci darah (hemodialisa) di rumah sakit tersebut.

Klarifikasi itu disampaikan dr. Adi didampingi jajaran manajemen RSUD Rantauprapat saat menggelar pertemuan dengan sejumlah awak media di Ruang Rapat Gedung RSUD Rantauprapat, Senin (13/07/2026).

Dalam kesempatan itu, pihak rumah sakit memaparkan kronologi penanganan pasien berdasarkan hasil evaluasi internal dan rekam pelayanan medis. Menurut dr. Adi, informasi yang beredar di media sosial, khususnya mengenai dugaan pasien ditelantarkan saat menjalani cuci darah, perlu diluruskan agar masyarakat mendapatkan informasi secara utuh.

“Kami menyampaikan penjelasan ini berdasarkan kronologi pelayanan yang ada di rumah sakit. Dari hasil evaluasi yang kami lakukan, tidak ada penelantaran terhadap pasien. Seluruh tindakan dilakukan sesuai kondisi pasien dan prosedur pelayanan yang berlaku,” kata Dirut RSUD Rantauprapat (Senin, 13/07/2026).

Ia menjelaskan, pasien berinisial S.U. masuk ke ruang perawatan pada Sabtu (11/07/2026) sore dengan keluhan sesak napas. Saat tiba di rumah sakit, pasien langsung mendapatkan penanganan awal berupa pemeriksaan dan bantuan oksigen.

Setelah dilakukan evaluasi oleh dokter yang menangani, kondisi pasien dinilai memerlukan tindakan cuci darah darurat.

“Setelah diperiksa dan dikonsultasikan, diputuskan pasien harus menjalani cuci darah karena kondisi yang dialami merupakan keadaan darurat,” terangnya.

Sebelum tindakan dilakukan, pasien lebih dahulu dipersiapkan di ruang perawatan hingga ruang hemodialisa siap menerima pasien. Sesampainya di ruang tersebut, kondisi pasien kembali diperiksa.

Menurut dr. Adi, saat itu tekanan darah pasien masih sangat tinggi sehingga proses cuci darah belum bisa langsung dimulai. Tim medis terlebih dahulu memberikan terapi agar tekanan darah turun ke batas yang dianggap aman.

Setelah kondisi pasien membaik, tindakan cuci darah kemudian dilaksanakan sesuai prosedur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dewan Rajin Live, Rakyat Menunggu Kerja Nyata

31 Agustus 2026 - 11:07 WIB

Wabup Jamri Hadiri Maulid Nabi 1448 H di Cendana Asri

29 Agustus 2026 - 11:07 WIB

NPD Tak Cuma Haus Pujian, Orang Sekitar Bisa Jadi Korban

29 Agustus 2026 - 09:02 WIB

Gerakan Asri Bergerak, DLH dan Aparat Bersihkan Tugu Juang 45 Lobusona

28 Agustus 2026 - 16:48 WIB

Babinsa Koramil 01/AK Hadiri Maulid Nabi, Syiar Al-Qur’an Menggema di Siduadua

27 Agustus 2026 - 23:23 WIB

Trending di News