Ia menambahkan, dalam pelayanan cuci darah, petugas memang tidak selalu berada di satu titik karena harus memantau beberapa pasien sekaligus sesuai kondisi masing-masing.
“Bukan berarti pasien ditinggalkan. Petugas tetap melakukan pemantauan dan akan segera memberikan tindakan apabila terjadi perubahan kondisi pasien,” tegas dr. Adi.

Mengakhiri keterangannya, dr. Adi menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum. Ia memastikan manajemen RSUD Rantauprapat akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan sebagai bahan perbaikan ke depan.
“Kami turut berduka cita atas meninggalnya pasien. Evaluasi tetap kami lakukan agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik. Setiap masukan akan menjadi bahan perbaikan bagi rumah sakit,” tutupnya. (Afdillah)










