Menu

Mode Gelap
Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Era Sang Kapten Berakhir Dewan Rajin Live, Rakyat Menunggu Kerja Nyata Wabup Jamri Hadiri Maulid Nabi 1448 H di Cendana Asri NPD Tak Cuma Haus Pujian, Orang Sekitar Bisa Jadi Korban Gerakan Asri Bergerak, DLH dan Aparat Bersihkan Tugu Juang 45 Lobusona Babinsa Koramil 01/AK Hadiri Maulid Nabi, Syiar Al-Qur’an Menggema di Siduadua

News

Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Era Sang Kapten Berakhir

badge-check


					Sumber fhoto: Wikipedia/istimewa Perbesar

Sumber fhoto: Wikipedia/istimewa

FIFA dalam artikel yang diterbitkan 31 Agustus 2026 dengan judul “Messi le dice adiós a la Selección argentina ‘Me vacié’” melaporkan bahwa Messi merasa sudah memberikan seluruh kemampuannya untuk Argentina. “Saya sudah memberikan semuanya. Saya tidak punya lagi yang bisa diberikan,” tulis Messi dalam pesan perpisahannya.

Bagi Messi, keputusan meninggalkan Argentina tentu bukan perkara sederhana. Tim nasional telah menjadi bagian penting dalam hidup dan kariernya sejak debut pada 2005.

Perjalanan yang Tidak Selalu Mudah Jika melihat perjalanan Messi bersama Argentina, kisahnya tidak selalu dipenuhi kemenangan. Pada awal kariernya, Messi justru lebih sering mendapat sorotan ketika Argentina gagal meraih gelar.

Kekalahan di beberapa pertandingan final membuat tekanan terhadap dirinya semakin besar. Puncaknya terjadi setelah Argentina kalah dari Chile dalam final Copa América Centenario 2016. Saat itu Messi sempat menyatakan ingin berhenti dari tim nasional.

Namun keputusan tersebut tidak berlangsung lama. Ia kembali memperkuat Argentina dan perlahan membawa tim tersebut menuju periode paling sukses dalam beberapa dekade terakhir.

Perubahan besar terjadi pada 2021. Argentina berhasil memenangkan Copa América setelah mengalahkan Brasil di final. Trofi itu menjadi gelar senior pertama Messi bersama tim nasional.

Setelah itu, perjalanan Messi dan Argentina seolah menemukan jalannya. Pada 2022, Argentina memenangkan Finalissima. Beberapa bulan kemudian, Messi mengangkat trofi yang selama bertahun-tahun menjadi impiannya.

Keberhasilan Argentina di Qatar menjadi titik penting dalam karier Messi. Dalam turnamen tersebut, Messi tampil sebagai pemimpin Argentina. Ia mencetak gol-gol penting dan membawa timnya melewati pertandingan demi pertandingan hingga final.

Argentina akhirnya mengalahkan Prancis melalui drama adu penalti. Messi mengangkat trofi Piala Dunia. Momen tersebut sekaligus menjawab keraguan yang selama bertahun-tahun mengiringi perjalanan internasionalnya.

Setelah Piala Dunia 2022, Argentina kembali meraih Copa América 2024. Rangkaian prestasi itu membuat Messi tidak lagi hanya dikenang sebagai pemain berbakat yang gagal membawa Argentina juara.

Ia pergi dengan status sebagai kapten yang berhasil memberikan gelar-gelar terbesar bagi negaranya. Angka juga menjadi bagian penting dari warisan Messi.

Selama membela tim senior Argentina, ia mencatat 207 pertandingan dan 125 gol. Catatan tersebut menjadikannya pemain dengan jumlah penampilan terbanyak sekaligus pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah tim nasional Argentina.

Reuters dalam laporan yang diterbitkan 31 Agustus 2026 juga mencatat statistik tersebut ketika memberitakan keputusan Messi mengakhiri karier internasionalnya.

Jumlah itu tentu sulit disamai dalam waktu dekat. Namun, bagi publik Argentina, warisan Messi bukan hanya tentang angka. Ada trofi, momen dramatis, kekalahan, kebangkitan, hingga akhirnya keberhasilan menjadi juara dunia.

Piala Dunia 2026 menjadi panggung terakhir Messi bersama Argentina. Usianya sudah 39 tahun ketika menjalani turnamen tersebut. Meski demikian, kehadirannya tetap menjadi perhatian utama setiap kali Argentina bertanding.

Argentina kemudian mencapai final. Namun, perjalanan mereka harus berhenti setelah Spanyol menang 1-0. Kekalahan itu terasa berat. Apalagi, pertandingan tersebut kemudian dikenang sebagai laga terakhir Messi bersama Argentina.

FIFA dalam artikel lain yang diterbitkan 31 Agustus 2026 menyoroti perjalanan Messi sejak dirinya sempat mengumumkan pensiun pada 2016 hingga akhirnya benar-benar meninggalkan tim nasional pada 2026. Sepuluh tahun setelah sempat ingin pergi, Messi akhirnya benar-benar menutup pintu tersebut.

Dalam pesannya, Messi juga menyinggung pemain-pemain muda Argentina. Keputusan pensiun tidak hanya berkaitan dengan usia. Messi memahami bahwa tim nasional harus mulai memberikan kesempatan lebih besar kepada generasi berikutnya.

Argentina kini harus mencari sosok yang mampu mengisi ruang besar yang ditinggalkan sang kapten. Tugas tersebut tentu tidak mudah. Messi bukan hanya kapten.

Ia juga menjadi wajah sepak bola Argentina selama lebih dari satu dekade. Namun, setiap generasi pada akhirnya akan berganti. Argentina memiliki pemain-pemain muda yang kini harus mengambil peran lebih besar.

Mereka tidak harus menjadi Messi berikutnya. Mereka hanya perlu membangun cerita mereka sendiri.

Keputusan Messi juga datang setelah sang ayah, Jorge Messi, meninggal dunia pada 8 Agustus 2026. Menurut laporan FIFA yang diterbitkan 31 Agustus 2026, Messi sebenarnya telah menulis pesan perpisahannya pada 21 Juli, dua hari setelah final Piala Dunia 2026.

Pesan itu kemudian baru dipublikasikan setelah kepergian ayahnya. CBS News dalam laporan yang diperbarui 31 Agustus 2026 juga memberitakan bahwa situasi tersebut menjadi bagian dari perjalanan emosional Messi sebelum mengambil keputusan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dewan Rajin Live, Rakyat Menunggu Kerja Nyata

31 Agustus 2026 - 11:07 WIB

Wabup Jamri Hadiri Maulid Nabi 1448 H di Cendana Asri

29 Agustus 2026 - 11:07 WIB

NPD Tak Cuma Haus Pujian, Orang Sekitar Bisa Jadi Korban

29 Agustus 2026 - 09:02 WIB

Gerakan Asri Bergerak, DLH dan Aparat Bersihkan Tugu Juang 45 Lobusona

28 Agustus 2026 - 16:48 WIB

Babinsa Koramil 01/AK Hadiri Maulid Nabi, Syiar Al-Qur’an Menggema di Siduadua

27 Agustus 2026 - 23:23 WIB

Trending di News