Menu

Mode Gelap
Wabup Jamri Hadiri Maulid Nabi 1448 H di Cendana Asri NPD Tak Cuma Haus Pujian, Orang Sekitar Bisa Jadi Korban Babinsa Koramil 01/AK Hadiri Maulid Nabi, Syiar Al-Qur’an Menggema di Siduadua Jalan Santai HUT RI ke-81, Danramil 13/AN Hadir di Pondok Batu Parit Membang Muda Dibersihkan Babinsa, Warga Turut Bergerak Polres Labuhanbatu Sita 30 Kg Sabu dan 20 Ribu Ekstasi

News

NPD Tak Cuma Haus Pujian, Orang Sekitar Bisa Jadi Korban

badge-check


					Foto: Ilustrasi - Fenomena perilaku narsistik dan kecenderungan mencari validasi melalui media sosial Perbesar

Foto: Ilustrasi - Fenomena perilaku narsistik dan kecenderungan mencari validasi melalui media sosial

APA dalam publikasi 30 Januari 2024 menjelaskan bahwa sebagian individu dengan NPD dapat berfungsi dengan baik dan mencapai keberhasilan profesional maupun sosial. Namun, sebagian lainnya mengalami persoalan dalam pekerjaan, hubungan dan kehidupan sehari-hari.

Artinya, keberhasilan seseorang tidak otomatis membuktikan bahwa dirinya bebas dari persoalan kepribadian.

Begitu pula sebaliknya, orang yang memiliki jabatan tinggi, populer, berpenampilan meyakinkan atau memiliki banyak pengikut tidak dapat langsung disebut mengalami NPD.

Diagnosis membutuhkan pemeriksaan professional, jangan Sembarangan Memberi Label NPD.

Bagian ini penting, di tengah maraknya pembahasan kesehatan mental di media sosial, istilah “NPD” terkadang digunakan terlalu mudah.

Seseorang yang egois belum tentu mengalami NPD. Orang yang suka memamerkan keberhasilan juga belum tentu memiliki gangguan kepribadian narsistik. Bahkan orang yang sulit menerima kritik tidak otomatis dapat didiagnosis NPD.

APA menegaskan bahwa sifat narsistik baru masuk dalam kategori gangguan ketika pola tersebut bersifat tidak fleksibel, maladaptif, menetap, serta menimbulkan gangguan fungsi atau tekanan yang signifikan.

Merck Manual juga menyebut diagnosis dilakukan berdasarkan kriteria klinis. Salah satu persyaratannya adalah adanya pola menetap berupa grandiositas, kebutuhan akan kekaguman dan kurangnya empati, dengan sedikitnya lima karakteristik tertentu.

Karena itu, kritik terhadap NPD seharusnya tidak berubah menjadi tindakan menghakimi seseorang. Yang perlu diperhatikan justru perilaku yang merugikan orang lain.

Ketika seseorang terus mengeksploitasi orang lain demi kepentingannya, tidak mampu menghargai kebutuhan orang lain, selalu membutuhkan perlakuan khusus, merendahkan orang lain, atau menyerang ketika mendapat kritik, pola tersebut layak menjadi perhatian.

Namun, masyarakat tidak perlu mengambil alih peran psikolog atau psikiater.

Yang dapat dilakukan adalah menjaga batasan dalam hubungan, tidak membiarkan perilaku merugikan berlangsung tanpa batas, dan mencari bantuan profesional ketika situasinya sudah mengganggu kehidupan.

Cleveland Clinic, dalam artikel yang terakhir diperbarui pada 3 Agustus 2023, juga menekankan bahwa NPD bukan hanya persoalan kesombongan atau egoisme. Kondisi tersebut dapat memengaruhi harga diri, identitas, serta cara seseorang memperlakukan dirinya dan orang lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wabup Jamri Hadiri Maulid Nabi 1448 H di Cendana Asri

29 Agustus 2026 - 11:07 WIB

Babinsa Koramil 01/AK Hadiri Maulid Nabi, Syiar Al-Qur’an Menggema di Siduadua

27 Agustus 2026 - 23:23 WIB

Jalan Santai HUT RI ke-81, Danramil 13/AN Hadir di Pondok Batu

25 Agustus 2026 - 19:43 WIB

Parit Membang Muda Dibersihkan Babinsa, Warga Turut Bergerak

25 Agustus 2026 - 19:29 WIB

Polres Labuhanbatu Sita 30 Kg Sabu dan 20 Ribu Ekstasi

24 Agustus 2026 - 22:02 WIB

Trending di Hukum & Kriminal