Menu

Mode Gelap
Malam Mencekam di Bilah Barat! S.R dan Rekan Diamankan Terkait Dugaan Sabu TNI Tancap Gas! Jembatan Armco Rampung, Warga Kualuh Hilir Kini Bebas Hambatan Kasdim 0209/LB Tekankan Pentingnya Olahraga Strategi untuk Pelajar Kasdim 0209/LB Dorong Generasi Unggul di Peresmian Gedung Baru SMK Al Washliyah Sigambal Polsek Kualuh Hulu Bongkar Peredaran Sabu, 19 Gram Disita dari Pengangguran 140 Warga Labuhanbatu Jalani Operasi Katarak Gratis, TNI Ambil Peran Penting

Daerah

Menyulam Harapan dalam Usia Embrio Jejak PAUD Holistik di Labuhanbatu

badge-check


					Bunda Paud Kabupaten Labuhanbatu, dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG, M.K.M Perbesar

Bunda Paud Kabupaten Labuhanbatu, dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG, M.K.M

AKARRUMPUT.COM, Labuhanbatu – Pagi itu, sinar matahari lembut menyentuh teras Pendopo Rumah Dinas Bupati Labuhanbatu. Bendera merah putih melambai kecil di tiang depan, sementara gemerincing suara tawa anak-anak masih jauh di balik ruang-ruang kelas dan halaman bermain.

Namun, dalam hati setiap orang yang hadir hari itu, harapan mulai ditabur bahwa masa kanak-kanak bukan hanya soal bermain dan belajar huruf, melainkan pondasi sejati dari masa depan mereka.

Pada Kamis, 26 September 2025, dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG, M.K.M., yang menjabat sebagai Bunda PAUD Kabupaten Labuhanbatu, membuka sebuah babak baru dalam layanan pendidikan anak usia dini. Di hadapan para Bunda PAUD kecamatan se-Labuhanbatu, beliau menggaungkan gagasan PAUD Holistik Integratif satu konsep yang hendak menyelaraskan pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan anak dalam satu sistem terpadu.

“Pendidikan dasar dari PAUD merupakan tolak ukur yang baik bagi anak-anak untuk menjadikan mereka generasi emas. Masa emas ini tidak bisa diulang.” Kata dr. Maya Hasmita.

Dari Kata ke Langkah Ajakan yang Dibingkai ke Aksi

Gagasan holistik integratif mungkin terdengar muluk, bahkan idealis, jika hanya dikumandangkan di ruang rapat. Namun dalam sorotan mata para Bunda PAUD ketika dr. Maya berbicara, tampak tekad, skeptisisme, dan rasa tanggung jawab berbaur dalam satu benang halus. Mereka tahu gagasan ini mesti diterjemahkan ke lapangan, ke desa, ke pelosok, ke sudut-sudut ruang bermain anak.

Sosialisasi itu bukan sekadar pidato. Ia menjadi momen dialog para pemimpin PAUD kecamatan saling bertanya, berbagi pengalaman, dan meraba tantangan nyata di lingkungan masing-masing. Dari kesulitan pemenuhan gizi, hingga akses layanan kesehatan dan kekurangan pendidik terlatih  semuanya muncul sebagai daftar urgensi yang harus dijawab bersama.

Kegiatan ini juga menegaskan bahwa Labuhanbatu tidak ingin sekadar mengikuti tren nasional. Ia ingin menjadi pelopor sebuah kabupaten yang merajut layanan PAUD bukan dalam fragmentasi, melainkan dalam pola terpadu yang memperhatikan anak sebagai kesatuan jasmani dan jiwa.

Esensi PAUD Holistik Integratif: Lebih dari Sekadar Kurikulum

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan PAUD Holistik Integratif? Di bawah pendekatan ini, anak tidak hanya dikenalkan pada huruf, angka, dan nyanyian. Ia juga diberi perhatian pada aspek gizi yang memadai, stimulasi motorik, lingkungan yang aman, serta pengasuhan yang sensitif dan ramah anak. Semua elemen harus saling terkait dan tidak berjalan sendiri-sendiri.

Konsep ini mengajak seluruh stakeholder guru, orang tua, tenaga kesehatan, dan aparat desa untuk “berpadu rasa” dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Misalnya, guru PAUD bukan hanya pendidik, tetapi juga pengamat kesejahteraan anak; kader kesehatan bukan hanya pengukur tumbuh kembang, tetapi juga penyuluh pola asuh; orang tua bukan hanya pendukung, tetapi rekan aktif dalam proses pembelajaran anak.

Tantangan dan Harapan Menjembatani Kenyataan dan Idealisme

Menjalankan PAUD Holistik Integratif bukan pekerjaan mudah. Di Kabupaten Labuhanbatu, kendala geografis, disparitas antar kecamatan, mobilitas guru hingga keterbatasan anggaran menjadi faktor-faktor nyata yang mesti dihadapi. Banyak sekolah PAUD di wilayah terpencil yang belum memiliki sarana kesehatan dasar atau tenaga pengasuh terlatih.

Namun, di mata dr. Maya dan para Bunda PAUD, tantangan itu bukan rintangan, melainkan bahan bakar untuk inovasi. “Kita harus bendung kesenjangan agar anak di desa terpencil memiliki layanan tak kalah dari kota,” ujar salah seorang Bunda PAUD saat berdiskusi seolah menyuarakan satu komitmen kolektif.

Harapan itu memiliki bayang suatu hari ketika sebuah anak PAUD di Desa A menyelesaikan pembelajarannya, lulus SD, SMA, hingga kuliah dan balik ke kampungnya menjadi agen perubahan. “Masa emas ini tidak bisa diulang,” kata dr. Maya ulang-ulang di hati mereka yang hadir.

Langkah-Langkah Nyata Menuju Keberlanjutan

Sosialisasi hari itu hanyalah langkah awal. Agar janji Holistik Integratif tidak tinggal wacana, berikut beberapa strategi yang tengah dipersiapkan:

  1. Pembentukan Gugus Tugas PAUD HI — lintas dinas (pendidikan, kesehatan, sosial) agar perencanaan dan pelaksanaan terkoordinasi.
  2. Pelatihan dan Penguatan Kapasitas Guru & Tenaga Kesehatan di PAUD agar mereka memahami konsep holistik dan mampu menerapkannya dalam aktivitas sehari-hari anak.
  3. Integrasi Data dan Sistem Pemantauan — agar kualitas, cakupan, dan efek program dapat diukur dan dievaluasi.
  4. Sosialisasi ke Orang Tua dan Masyarakat agar menjadi mitra aktif, bukan sekadar pihak yang “diundang”.
  5. Pendanaan dan Kemitraan — bekerjasama dengan lembaga swasta, donor lokal, hingga komunitas untuk menopang fasilitas dan inovasi.

Menyulam Pondasi untuk Generasi Emas

Ketika langit senja menyapu atap pendopo, diskusi mereda. Namun aura misi bersama masih menggema di tiap langkah yang pulang ke kecamatan masing-masing. Bunda PAUD dan pemangku kepentingan pulang membawa “benih gagasan” yang hari ini dibahas, dan tugas besar menumbuhkannya di tanah konkret.

PAUD Holistik Integratif bukan sekadar jargon baru dalam kebijakan. Ia adalah wacana ideal dan panggilan jiwa — bahwa anak adalah manusia seutuhnya, bukan agregasi capaian akademik semata. Jika Labuhanbatu berhasil mewujudkan ini, maka kelak kita tak hanya mencetak anak “pintar”, tetapi anak sehat, berkarakter, dan tumbuh dalam lingkungan penuh cinta dan perhatian.

Masa depan negeri kecil bermula dari anak-anak kecil hari ini dan di Labuhanbatu, benih itu mulai disebar. (Afdillah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Malam Mencekam di Bilah Barat! S.R dan Rekan Diamankan Terkait Dugaan Sabu

25 April 2026 - 20:39 WIB

TNI Tancap Gas! Jembatan Armco Rampung, Warga Kualuh Hilir Kini Bebas Hambatan

25 April 2026 - 18:46 WIB

Kasdim 0209/LB Tekankan Pentingnya Olahraga Strategi untuk Pelajar

25 April 2026 - 18:34 WIB

Kasdim 0209/LB Dorong Generasi Unggul di Peresmian Gedung Baru SMK Al Washliyah Sigambal

25 April 2026 - 18:07 WIB

Polsek Kualuh Hulu Bongkar Peredaran Sabu, 19 Gram Disita dari Pengangguran

25 April 2026 - 14:30 WIB

Trending di Headline