Menu ✖

Mode Gelap
Bupati Maya Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 HMI Desak Pemkab Labuhanbatu Buka Data Plasma Sawit Pj Sekda Buka Bupati Cup PBSI Labuhanbatu 2026 Jitu dan Karang Taruna Desak Audit Plasma Sawit 128 Peserta Ramaikan Turnament Domino ORADO Piala Panglima TNI RSUD Rantauprapat Perkuat Kompetensi Dokter Lewat ACLS

Feature

SIMFONI PPA Resmi Diperkenalkan, Perlindungan Anak di Labuhanbatu Diperkuat

badge-check


					Pemkab Labuhanbatu menghadirkan aplikasi SIMFONI PPA sebagai sistem pengaduan digital yang cepat, aman, dan terintegrasi Perbesar

Pemkab Labuhanbatu menghadirkan aplikasi SIMFONI PPA sebagai sistem pengaduan digital yang cepat, aman, dan terintegrasi

AKARRUMPUT.COM, Labuhanbatu – Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) mulai memperkuat sistem perlindungan terhadap perempuan dan anak dengan menghadirkan layanan pengaduan digital melalui aplikasi SIMFONI PPA. Langkah ini dinilai menjadi jawaban atas banyaknya kasus kekerasan yang selama ini sulit dilaporkan karena korban takut, malu, atau tidak tahu harus mengadu ke mana.

Aplikasi SIMFONI PPA atau Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak diperkenalkan dalam kegiatan Pelatihan Pencatatan dan Pelaporan Kasus bagi penyedia layanan dan penanganan perkawinan anak Tahun 2026 yang digelar di Platinum Hall Rantauprapat, Selasa (19/05/2026).

Kegiatan itu dihadiri unsur OPD, tenaga pendamping, aparat penegak hukum, tenaga kesehatan, hingga lembaga pemerhati perempuan dan anak di Kabupaten Labuhanbatu. Pelatihan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat koordinasi lintas instansi agar penanganan kasus perempuan dan anak dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.

Kabid P3A Labuhanbatu, Friska F. Simanjuntak, SKM, menegaskan bahwa aplikasi SIMFONI PPA hadir bukan sekadar sistem pelaporan biasa. Menurutnya, aplikasi tersebut dirancang agar korban maupun masyarakat dapat melapor dengan aman tanpa takut identitasnya tersebar.

“Melalui SIMFONI PPA, masyarakat tidak perlu ragu untuk melaporkan kejadian yang dialami ataupun yang diketahui. Identitas pelapor akan dijamin kerahasiaannya dan laporan akan segera ditindaklanjuti oleh tim terkait,” ujar Friska.

Ia menjelaskan, laporan yang masuk nantinya akan langsung terhubung dengan berbagai instansi terkait, mulai dari DP3A, kepolisian, hingga lembaga layanan pendampingan lainnya. Sistem itu dibuat terintegrasi agar proses penanganan korban dapat dipantau secara transparan dan akuntabel.

Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, kehadiran aplikasi tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat. Selama ini, tidak sedikit korban yang memilih diam karena khawatir menghadapi tekanan sosial maupun ancaman dari pelaku.

Kini, mekanisme pelaporan dibuat lebih mudah dan modern. Masyarakat cukup menggunakan sistem digital untuk menyampaikan laporan tanpa harus datang langsung ke kantor layanan.

Selain menjadi sarana pengaduan, SIMFONI PPA juga difungsikan sebagai pusat data kasus perempuan dan anak di daerah. Data itu nantinya akan dipakai pemerintah dalam menyusun kebijakan perlindungan yang lebih efektif dan tepat sasaran.

“Dengan adanya data yang akurat dan real-time, kita bisa mengambil langkah pencegahan yang lebih efektif serta meningkatkan kualitas layanan perlindungan,” jelas Friska.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Maya Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026

1 Oktober 2026 - 21:32 WIB

HMI Desak Pemkab Labuhanbatu Buka Data Plasma Sawit

30 September 2026 - 19:54 WIB

Pj Sekda Buka Bupati Cup PBSI Labuhanbatu 2026

29 September 2026 - 18:26 WIB

Jitu dan Karang Taruna Desak Audit Plasma Sawit

28 September 2026 - 19:05 WIB

128 Peserta Ramaikan Turnament Domino ORADO Piala Panglima TNI

27 September 2026 - 19:05 WIB

Trending di News