Menu

Mode Gelap
Kapolres Labuhanbatu Pimpin Upacara Hari Bhayangkara ke-80, Sinergi Forkopimda Diperkuat Pesan Kuat Dandim Hanung di HUT Bhayangkara ke-80, Sinergi Harus Terjaga Viral Lembu Berakhir Damai, Jefri dan Martogi Br Sinaga Cabut Laporan di Mapolres Labuhanbatu Muskan Rambe Terpilih, PBSI Labuhanbatu Resmi Punya Nahkoda Baru Dandim Hanung Bongkar Duduk Perkara Lembu Viral, TNI Disebut Tak Terlibat Malam Akhir Pekan Dijaga Ketat, Polres Labuhanbatu Turun Bersama TNI

Feature

SIMFONI PPA Resmi Diperkenalkan, Perlindungan Anak di Labuhanbatu Diperkuat

badge-check


					Pemkab Labuhanbatu menghadirkan aplikasi SIMFONI PPA sebagai sistem pengaduan digital yang cepat, aman, dan terintegrasi Perbesar

Pemkab Labuhanbatu menghadirkan aplikasi SIMFONI PPA sebagai sistem pengaduan digital yang cepat, aman, dan terintegrasi

Pelatihan tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi. Kanit PPA Polres Labuhanbatu, IPDA Palge Hasibuan, menyoroti pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menangani kasus perempuan dan anak.

Menurutnya, pencatatan kasus yang rapi melalui SIMFONI PPA akan mempercepat proses koordinasi serta mempermudah pendampingan korban hingga proses hukum berjalan.

“Sinergi antarinstansi sangat penting agar korban mendapatkan perlindungan yang maksimal. Dengan pencatatan yang baik, proses penanganan kasus akan lebih cepat dan terarah,” kata IPDA Palge Hasibuan.

Sementara itu, Fitri Nababan dari Lembaga Pemerhati Anak POVSU mengingatkan bahwa persoalan perkawinan anak masih menjadi ancaman serius yang membutuhkan perhatian bersama. Ia menilai edukasi kepada masyarakat harus terus dilakukan agar hak-hak anak tidak hilang akibat pernikahan usia dini.

“Perkawinan anak bukan hanya persoalan budaya, tetapi juga menyangkut masa depan generasi. Semua pihak harus terlibat aktif dalam perlindungan anak,” ungkap Fitri Nababan.

Di kesempatan yang sama, Kabid E-Gov Kominfo Labuhanbatu, Awalludin Hasibuan, menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi menjadi faktor penting dalam membangun sistem pelayanan publik yang cepat dan akurat.

“Teknologi informasi akan membantu proses pelaporan menjadi lebih efektif, cepat, dan terintegrasi sehingga data penanganan kasus dapat dimanfaatkan secara maksimal,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta tampak antusias mengikuti pelatihan. Mereka diberikan pemahaman teknis mengenai pencatatan, pelaporan, hingga alur penanganan kasus melalui aplikasi SIMFONI PPA.

Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu berharap pelatihan tersebut mampu meningkatkan kualitas pelayanan terhadap perempuan dan anak, sekaligus memperkuat sistem perlindungan berbasis digital di daerah.

Melalui SIMFONI PPA, Pemkab Labuhanbatu ingin memastikan bahwa korban kekerasan tidak lagi merasa sendiri. Sistem itu diharapkan menjadi ruang aman bagi masyarakat untuk berani melapor, mendapatkan pendampingan, serta memperoleh perlindungan hukum secara cepat dan terpadu. (Afdillah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kapolres Labuhanbatu Pimpin Upacara Hari Bhayangkara ke-80, Sinergi Forkopimda Diperkuat

1 Juli 2026 - 18:57 WIB

Pesan Kuat Dandim Hanung di HUT Bhayangkara ke-80, Sinergi Harus Terjaga

1 Juli 2026 - 18:26 WIB

Viral Lembu Berakhir Damai, Jefri dan Martogi Br Sinaga Cabut Laporan di Mapolres Labuhanbatu

1 Juli 2026 - 13:32 WIB

Muskan Rambe Terpilih, PBSI Labuhanbatu Resmi Punya Nahkoda Baru

28 Juni 2026 - 20:44 WIB

Dandim Hanung Bongkar Duduk Perkara Lembu Viral, TNI Disebut Tak Terlibat

28 Juni 2026 - 13:25 WIB

Trending di Hukum & Kriminal