Menu

Mode Gelap
Bupati Labuhanbatu Lantik Dewan Hakim MTQH, Kafilah Terbaik Mulai Disiapkan Rafly Mengamuk! Polres Tanjung Balai Hancurkan Ambisi Labuhanbatu dan Melaju ke 8 Besar MTQ Labusel 2026 Dibuka Meriah, Koramil 10/TM Turun Langsung Dampingi Kegiatan Koramil 11/KP Hadiri Harkitnas 2026, Sinergi TNI-Polri di Labusel Makin Solid Kodim 0209/LB Sikat Bandar Sabu di Torgamba, Warga Pinang Dame Heboh Andreas Menggila! Polres Labuhanbatu Guncang Stadion Binaraga

Feature

SIMFONI PPA Resmi Diperkenalkan, Perlindungan Anak di Labuhanbatu Diperkuat

badge-check


					Pemkab Labuhanbatu menghadirkan aplikasi SIMFONI PPA sebagai sistem pengaduan digital yang cepat, aman, dan terintegrasi Perbesar

Pemkab Labuhanbatu menghadirkan aplikasi SIMFONI PPA sebagai sistem pengaduan digital yang cepat, aman, dan terintegrasi

Pelatihan tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi. Kanit PPA Polres Labuhanbatu, IPDA Palge Hasibuan, menyoroti pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menangani kasus perempuan dan anak.

Menurutnya, pencatatan kasus yang rapi melalui SIMFONI PPA akan mempercepat proses koordinasi serta mempermudah pendampingan korban hingga proses hukum berjalan.

“Sinergi antarinstansi sangat penting agar korban mendapatkan perlindungan yang maksimal. Dengan pencatatan yang baik, proses penanganan kasus akan lebih cepat dan terarah,” kata IPDA Palge Hasibuan.

Sementara itu, Fitri Nababan dari Lembaga Pemerhati Anak POVSU mengingatkan bahwa persoalan perkawinan anak masih menjadi ancaman serius yang membutuhkan perhatian bersama. Ia menilai edukasi kepada masyarakat harus terus dilakukan agar hak-hak anak tidak hilang akibat pernikahan usia dini.

“Perkawinan anak bukan hanya persoalan budaya, tetapi juga menyangkut masa depan generasi. Semua pihak harus terlibat aktif dalam perlindungan anak,” ungkap Fitri Nababan.

Di kesempatan yang sama, Kabid E-Gov Kominfo Labuhanbatu, Awalludin Hasibuan, menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi menjadi faktor penting dalam membangun sistem pelayanan publik yang cepat dan akurat.

“Teknologi informasi akan membantu proses pelaporan menjadi lebih efektif, cepat, dan terintegrasi sehingga data penanganan kasus dapat dimanfaatkan secara maksimal,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta tampak antusias mengikuti pelatihan. Mereka diberikan pemahaman teknis mengenai pencatatan, pelaporan, hingga alur penanganan kasus melalui aplikasi SIMFONI PPA.

Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu berharap pelatihan tersebut mampu meningkatkan kualitas pelayanan terhadap perempuan dan anak, sekaligus memperkuat sistem perlindungan berbasis digital di daerah.

Melalui SIMFONI PPA, Pemkab Labuhanbatu ingin memastikan bahwa korban kekerasan tidak lagi merasa sendiri. Sistem itu diharapkan menjadi ruang aman bagi masyarakat untuk berani melapor, mendapatkan pendampingan, serta memperoleh perlindungan hukum secara cepat dan terpadu. (Afdillah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Labuhanbatu Lantik Dewan Hakim MTQH, Kafilah Terbaik Mulai Disiapkan

21 Mei 2026 - 19:12 WIB

Rafly Mengamuk! Polres Tanjung Balai Hancurkan Ambisi Labuhanbatu dan Melaju ke 8 Besar

21 Mei 2026 - 08:55 WIB

MTQ Labusel 2026 Dibuka Meriah, Koramil 10/TM Turun Langsung Dampingi Kegiatan

20 Mei 2026 - 19:27 WIB

Koramil 11/KP Hadiri Harkitnas 2026, Sinergi TNI-Polri di Labusel Makin Solid

20 Mei 2026 - 19:12 WIB

Kodim 0209/LB Sikat Bandar Sabu di Torgamba, Warga Pinang Dame Heboh

20 Mei 2026 - 10:09 WIB

Trending di Hukum & Kriminal