Langgeng menambahkan, “Konsolidasi ini menjadi ruang evaluasi agar sistem semakin presisi. Target besar kami adalah menghadirkan SDM unggul untuk institusi dan bangsa.”

Sejak dirintis pada 2009, Assessment Center Polri berkembang pesat. Hingga 2025, tercatat 1.763 asesor tersebar di berbagai wilayah. Lembaga ini juga mengantongi akreditasi “A” dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan sertifikasi ISO 9001:2015. Bahkan, rekor pelatihan asesor dan jumlah asesi terbanyak pernah dicatatkan oleh Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Kepercayaan eksternal meningkat signifikan. Jika pada 2021 hanya 18 instansi bermitra, pada 2025 jumlahnya melampaui 50 lembaga dengan lebih dari 2.500 peserta asesmen dari luar Polri.
Dalam forum ini, Polri juga menggandeng Perkumpulan Assessment Center Indonesia untuk memperkaya standar penilaian sesuai praktik terbaik nasional.
“Assessment Center Polri akan terus menyempurnakan metodologi dan menjaga integritas proses asesmen demi melahirkan kader pimpinan bangsa yang profesional,” tutup Langgeng. (Red)









