Menu ✖

Mode Gelap
Satgas TMMD ke-130 Gali Septic Tank MCK di Aek Batu Satgas TMMD 130 Kodim 0209/LB Perkuat Disiplin dan Keselamatan Kerja Satgas TMMD 130 Gali Lubang Septic Tank, MCK Warga Aek Batu Disiapkan TMMD ke-130 Kodim 0209/LB Bedah Rumah Tukirin, Buruh Tani di Wonosari Kalapas Yosef L Sihombing Hadiri Paripurna Hari Jadi Labuhanbatu TMMD ke-130 Kodim 0209/LB, Warga Aek Batu Serbu Pengobatan Gratis

Headline

SMSI Buka Opsi Pilkada DPRD, Biaya Politik Disorot

badge-check


					SMSI Buka Opsi Pilkada DPRD, Biaya Politik Disorot Perbesar

AKARRUMPUT.COM, Jakarta – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menegaskan bahwa pemilihan kepala daerah melalui DPRD dapat menjadi alternatif demokrasi di Indonesia. Sikap ini disampaikan dalam Simposium Nasional bertema “Pilkada dalam Bingkai Demokrasi Pancasila” di Press Club Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (14/01/2026).

Simposium ini merespons menguatnya wacana perubahan sistem Pilkada menjelang 2026. SMSI menilai tingginya biaya politik dan maraknya praktik transaksional perlu dijawab dengan pendekatan kebijakan yang lebih rasional.

Ketua Dewan Pakar SMSI, Prof. Dr. H. Yuddy Crisnandi, menyatakan bahwa demokrasi tidak boleh dimaknai sebatas pemungutan suara langsung.

“Dalam Demokrasi Pancasila, efektivitas kepemimpinan dan stabilitas pemerintahan juga menjadi ukuran utama,” ujar Prof. Yuddy.

Ia menilai mekanisme pemilihan melalui DPRD pernah memberikan stabilitas kebijakan daerah. Menurutnya, pengalaman masa lalu dapat menjadi rujukan, selama dirancang ulang secara terbuka dan akuntabel.

“Model lama bisa dikaji kembali tanpa mengulang kesalahan sentralisasi,” tegasnya.

Pandangan tersebut diperkuat Prof. Dr. Albertus Wahyurudhanto, Guru Besar Ilmu Pemerintahan STIK. Ia menyoroti lemahnya sistem kaderisasi politik saat ini.

“Masalah utama bukan langsung atau tidak langsung, tetapi kualitas rekrutmen elite politik,” katanya.

Ia menilai pemilihan melalui DPRD lebih menekankan kapasitas administratif dan efisiensi anggaran.

“Jika transparan dan diawasi publik, model ini layak dipertimbangkan,” tambahnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Taufiqurokhman dari FISIP UMJ mengingatkan pentingnya legitimasi rakyat.

“Pilkada langsung memberi mandat kuat dari publik,” tutur Prof. Taufiq.

Namun, ia mengakui diskursus Pilkada DPRD tetap relevan untuk menekan politik uang.

“Kedaulatan rakyat harus tetap menjadi prinsip utama,” terangnya.

Melalui simposium ini, SMSI menegaskan komitmennya mendorong demokrasi yang sehat, berbiaya rendah, dan sesuai nilai Pancasila. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Satgas TMMD ke-130 Gali Septic Tank MCK di Aek Batu

18 Oktober 2026 - 21:46 WIB

Satgas TMMD 130 Kodim 0209/LB Perkuat Disiplin dan Keselamatan Kerja

18 Oktober 2026 - 21:42 WIB

Satgas TMMD 130 Gali Lubang Septic Tank, MCK Warga Aek Batu Disiapkan

17 Oktober 2026 - 23:59 WIB

TMMD ke-130 Kodim 0209/LB Bedah Rumah Tukirin, Buruh Tani di Wonosari

17 Oktober 2026 - 23:52 WIB

Kalapas Yosef L Sihombing Hadiri Paripurna Hari Jadi Labuhanbatu

16 Oktober 2026 - 19:08 WIB

Trending di Daerah