Menu

Mode Gelap
Jangan Giring Opini! Arjan Priadi Ritonga Tegaskan Fakta di Balik Isu NasDem Digerebek di Sekolah, Buruh Tani Tertangkap Simpan Sabu Dandim 0209/LB Turun ke Desa, Rangkul Tokoh NA IX-X Perkuat Sinergi MTQ Kualuh Hulu Dibuka, TNI Dorong Generasi Qur’ani yang Kuat dan Berakhlak Polsek Na IX-X Tangkap Pengedar Sabu di Gubuk Ladang, Warga Resah Akhirnya Terjawab PAAR Kuala Beringin: Sinergi TNI dan PKK Cetak Generasi Tangguh

Headline

SMSI Buka Opsi Pilkada DPRD, Biaya Politik Disorot

badge-check


					SMSI Buka Opsi Pilkada DPRD, Biaya Politik Disorot Perbesar

AKARRUMPUT.COM, Jakarta – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menegaskan bahwa pemilihan kepala daerah melalui DPRD dapat menjadi alternatif demokrasi di Indonesia. Sikap ini disampaikan dalam Simposium Nasional bertema “Pilkada dalam Bingkai Demokrasi Pancasila” di Press Club Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (14/01/2026).

Simposium ini merespons menguatnya wacana perubahan sistem Pilkada menjelang 2026. SMSI menilai tingginya biaya politik dan maraknya praktik transaksional perlu dijawab dengan pendekatan kebijakan yang lebih rasional.

Ketua Dewan Pakar SMSI, Prof. Dr. H. Yuddy Crisnandi, menyatakan bahwa demokrasi tidak boleh dimaknai sebatas pemungutan suara langsung.

“Dalam Demokrasi Pancasila, efektivitas kepemimpinan dan stabilitas pemerintahan juga menjadi ukuran utama,” ujar Prof. Yuddy.

Ia menilai mekanisme pemilihan melalui DPRD pernah memberikan stabilitas kebijakan daerah. Menurutnya, pengalaman masa lalu dapat menjadi rujukan, selama dirancang ulang secara terbuka dan akuntabel.

“Model lama bisa dikaji kembali tanpa mengulang kesalahan sentralisasi,” tegasnya.

Pandangan tersebut diperkuat Prof. Dr. Albertus Wahyurudhanto, Guru Besar Ilmu Pemerintahan STIK. Ia menyoroti lemahnya sistem kaderisasi politik saat ini.

“Masalah utama bukan langsung atau tidak langsung, tetapi kualitas rekrutmen elite politik,” katanya.

Ia menilai pemilihan melalui DPRD lebih menekankan kapasitas administratif dan efisiensi anggaran.

“Jika transparan dan diawasi publik, model ini layak dipertimbangkan,” tambahnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Taufiqurokhman dari FISIP UMJ mengingatkan pentingnya legitimasi rakyat.

“Pilkada langsung memberi mandat kuat dari publik,” tutur Prof. Taufiq.

Namun, ia mengakui diskursus Pilkada DPRD tetap relevan untuk menekan politik uang.

“Kedaulatan rakyat harus tetap menjadi prinsip utama,” terangnya.

Melalui simposium ini, SMSI menegaskan komitmennya mendorong demokrasi yang sehat, berbiaya rendah, dan sesuai nilai Pancasila. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jangan Giring Opini! Arjan Priadi Ritonga Tegaskan Fakta di Balik Isu NasDem

16 April 2026 - 18:31 WIB

Digerebek di Sekolah, Buruh Tani Tertangkap Simpan Sabu

16 April 2026 - 15:49 WIB

Dandim 0209/LB Turun ke Desa, Rangkul Tokoh NA IX-X Perkuat Sinergi

16 April 2026 - 12:36 WIB

MTQ Kualuh Hulu Dibuka, TNI Dorong Generasi Qur’ani yang Kuat dan Berakhlak

16 April 2026 - 10:35 WIB

Polsek Na IX-X Tangkap Pengedar Sabu di Gubuk Ladang, Warga Resah Akhirnya Terjawab

16 April 2026 - 09:30 WIB

Trending di Headline