Harris menegaskan, SMSI harus berperan aktif dalam membangun ekosistem media yang sehat, melalui langkah konkret seperti:
- Mendorong literasi digital bagi masyarakat;
- Memperjuangkan perlindungan hukum bagi jurnalis dan media siber;
- Meningkatkan kompetensi teknologi serta bisnis media;
- Menjaga sinergi dengan pemerintah, Dewan Pers, dan pemangku kepentingan lainnya.
“Saya berharap dialog ini melahirkan pemikiran tajam dan rekomendasi konkret bagi SMSI dan dunia media siber Indonesia,” ungkapnya.

Lebih jauh, ia menyoroti derasnya arus konten buatan pengguna (user generated content), algoritma platform global, hingga tantangan etik dan hukum yang mengancam profesionalisme media.
Menurutnya, media siber harus tetap menjadi watchdog demokrasi, namun juga adaptif terhadap perkembangan industri digital.
“SMSI harus menjadi rumah besar bagi media siber yang kredibel, berdaya, dan berpihak pada kepentingan bangsa,” tegas Harris.
Dialog nasional ini menjadi momentum penting bagi SMSI untuk memperkuat kapasitas strategis media siber Indonesia agar tetap independen, profesional, dan berdaya saing tinggi di era globalisasi digital. (Red)









