Saat menghadapi Binjai City, Poslab mampu mencetak satu gol meski harus menerima kekalahan 1-4. Upaya menyerang mulai terlihat lebih berani dan terstruktur, menunjukkan adanya perkembangan dalam pola permainan.
Performa lebih menjanjikan ditampilkan ketika Poslab menahan imbang Brimo Langkat dengan skor 3-3. Dalam pertandingan tersebut, kerja sama tim terlihat semakin solid. Hasil imbang juga kembali diraih saat menghadapi Gunung Sitoli Khodam FC dengan skor 1-1.

Di balik perjalanan tersebut, duet pelatih Sonny Heriadi Siregar dan Dedy Suandy Aritonang terus hadir memberikan pendampingan penuh kepada para pemain. Keduanya aktif membina, mengevaluasi, dan menjaga mental tim agar tetap fokus menjalani proses.
Menariknya, kedua pelatih secara tegas menolak menjadikan keterbatasan sebagai alasan atas hasil yang diraih tim.
“Kami tidak ingin mencari alasan. Persiapan tim memang sangat minim, dan sebagian besar pemain adalah materi junior piala suratin musim lalu, tetapi itu bukan pembenaran atas hasil yang ada,” tegas Sonny Heriadi Siregar kepada AkarRumput.com melalui sambungan telepon (Minggu, 05/04/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut justru harus menjadi motivasi untuk terus berkembang dan membangun karakter pemain.
“Kami ingin anak-anak belajar bertanggung jawab di lapangan. Mereka harus tumbuh dengan mental kuat, karena kompetisi seperti ini adalah bagian dari proses pembentukan,” lanjutnya.









