AKARRUMPUT.COM, Labuhanbatu – Malam mulai menyelimuti Kota Rantauprapat ketika ratusan keluarga memadati Aula Kantor Asrama Haji di Kecamatan Rantau Selatan, Selasa (16/06/2026). Wajah-wajah penuh harap tampak menanti kedatangan orang-orang tercinta yang telah lebih dari sebulan menjalani perjalanan spiritual ke Tanah Suci.
Di sudut aula, seorang ibu tampak menggenggam erat tasbih di tangannya. Sesekali ia menatap ke arah pintu masuk, berharap segera melihat sosok suaminya yang berangkat menunaikan rukun Islam kelima. Tidak jauh dari sana, anak-anak kecil berlarian sambil membawa bunga dan spanduk ucapan selamat datang. Suasana yang semula riuh perlahan berubah menjadi haru ketika rombongan jemaah haji asal Kabupaten Labuhanbatu mulai tiba.

Pelukan erat antara suami dan istri, anak dan orang tua, serta saudara yang telah lama berpisah menjadi pemandangan yang menyentuh hati. Banyak di antara mereka yang tak kuasa membendung air mata. Kerinduan yang selama ini hanya terobati melalui sambungan telepon dan pesan singkat akhirnya terbayar lunas dengan pertemuan yang nyata.
Malam itu bukan sekadar acara penyambutan. Bagi banyak keluarga, momen tersebut merupakan bentuk rasa syukur yang mendalam atas keselamatan para jemaah setelah menempuh perjalanan panjang yang penuh tantangan.
Perjalanan ibadah haji bukanlah perjalanan biasa. Jutaan umat Islam dari berbagai penjuru dunia berkumpul di tempat yang sama, menjalani rangkaian ibadah yang menuntut kesiapan fisik, mental, dan spiritual. Cuaca yang panas, padatnya aktivitas ibadah, hingga jauhnya jarak dari keluarga menjadi ujian yang harus dihadapi setiap jemaah.
Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu turut hadir menyambut para tamu Allah tersebut. Melalui sambutan tertulis Bupati Labuhanbatu, dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG., M.K.M., yang dibacakan oleh Wakil Bupati H. Jamri, ST, disampaikan rasa syukur dan kebahagiaan atas kembalinya para jemaah ke tanah air.
Dalam sambutannya, H. Jamri menegaskan bahwa ibadah haji merupakan perjalanan yang memiliki makna mendalam bagi setiap muslim. Bukan hanya perjalanan fisik menuju Tanah Suci, tetapi juga perjalanan hati yang mengajarkan kesabaran, keikhlasan, pengorbanan, dan kedekatan kepada Allah SWT.
Menurutnya, seluruh tenaga, waktu, dan harta yang telah dikorbankan selama menjalankan ibadah haji hendaknya menjadi jalan untuk meraih predikat haji yang mabrur.
“Gelar haji yang kini Bapak dan Ibu sandang bukanlah sekadar hiasan duniawi, melainkan amanah moral untuk menjadi suri teladan dan penebar kedamaian di lingkungan masing-masing,” ujar H. Jamri di hadapan para jemaah dan keluarga yang hadir.
Pesan tersebut disambut dengan anggukan para jemaah. Sebab mereka memahami bahwa sepulang dari Tanah Suci, masyarakat akan menaruh harapan besar kepada mereka untuk menjadi contoh dalam kehidupan bermasyarakat.
Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu juga berharap agar nilai-nilai yang diperoleh selama menjalankan ibadah haji dapat menjadi energi positif bagi pembangunan daerah. Kehadiran para haji dan hajjah di tengah masyarakat diharapkan mampu memperkuat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan kepedulian sosial, serta menjadi penggerak dalam menciptakan kehidupan yang harmonis dan religius.
Di tengah suasana penuh kebahagiaan tersebut, terselip kabar yang mengundang keprihatinan sekaligus doa bersama.









