Warga Binaan selaku penanggung jawab keseharian (Tamping Dapur), sebut saja SP yang ditunjuk oleh manajemen Lapas menambahkan.
“Sayuran dicuci bersih, ikan disiapkan dengan teliti, bumbu lengkap, dan sampel makanan diambil sebelum disajikan. Tidak ada yang diserahkan begitu saja semua diawasi agar warga binaan menerima makanan sehat.” tutur SP (Kamis, 06/11/2025).

Lebih dari sekadar memasak, pengadaan BAMA di Lapas ini menjadi cerminan komitmen lembaga pemasyarakatan terhadap transparansi, akuntabilitas, dan kesejahteraan warga binaan.
Khairul menutup, “Ini bukan sekadar kewajiban, tapi tonggak kami dalam meningkatkan kualitas pelayanan. Kami ingin setiap warga binaan menerima makanan yang sehat, higienis, dan bergizi, sambil memastikan seluruh proses diawasi dengan baik.” Terang Kalapas.

Kepala Lapas Kelas IIA Rantauprapat, Khairul Bahri Siregar
Dengan standar tinggi ini, Lapas Kelas IIA Rantauprapat membuktikan bahwa pelayanan di lembaga pemasyarakatan bisa humanis, profesional, dan transparan sebuah contoh bagaimana perhatian terhadap detail kecil bisa berdampak besar pada kehidupan warga binaan. (Afdillah)








