Dalam amanatnya sebagai pembina upacara, Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution mengajak seluruh peserta memanfaatkan JAMDASU XI sebagai bekal menghadapi masa depan. Ia menegaskan bahwa para anggota Pramuka merupakan calon pemimpin yang akan menentukan arah pembangunan daerah maupun bangsa.

“Kami bersyukur karena menjadi bagian dan saksi adik-adik mengikuti Jambore di sini. Kami percaya, ke depan kalianlah yang akan menggantikan posisi kami hari ini. Kalian akan membangun Sumatera Utara dan Republik Indonesia yang kita cintai,” kata Bobby.
Bobby menjelaskan bahwa kegiatan jambore tidak hanya mengajarkan keterampilan kepramukaan. Para peserta juga memperoleh pengalaman hidup yang penting, mulai dari membangun kemandirian hingga menghadapi berbagai tantangan zaman.
“Di Jambore ini kita belajar cara bertahan hidup, menjadi anak yang mandiri, serta siap menghadapi ancaman narkoba dan tantangan dunia digital. Itu menjadi tantangan bagi kita semua, khususnya adik-adik peserta Jambore Daerah,” tegasnya.
JAMDASU XI Tahun 2026 menjadi salah satu agenda besar Gerakan Pramuka Sumatera Utara yang mempertemukan ribuan anggota Pramuka Penggalang dari berbagai daerah. Selain memperkuat karakter, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk mengembangkan kreativitas, kepemimpinan, kepedulian sosial, serta semangat gotong royong.
Partisipasi Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen untuk terus mendukung pembinaan generasi muda melalui Gerakan Pramuka. Harapannya, pengalaman yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi bekal membangun daerah di masa depan.
Melalui JAMDASU XI Tahun 2026, semangat persatuan, kemandirian, dan kepemimpinan kembali ditegaskan sebagai fondasi penting dalam mencetak generasi muda yang tangguh. Kehadiran Wakil Bupati Labuhanbatu bersama seluruh pimpinan daerah menjadi simbol sinergi untuk mendukung kemajuan Gerakan Pramuka di Sumatera Utara. (Red)










