AKARRUMPUT.COM, Medan – Di tengah berkumpulnya para penggerak kemanusiaan dari berbagai daerah di Sumatera Utara, nama Kabupaten Labuhanbatu mendapat perhatian khusus. Bukan karena besarnya wilayah atau jumlah penduduknya, melainkan karena kiprah yang dinilai nyata dalam mendukung misi kemanusiaan. Sosok yang menjadi pusat perhatian itu adalah Bupati Labuhanbatu, dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG., MKM.
Pada Musyawarah Provinsi (Musprov) XII Palang Merah Indonesia (PMI) Sumatera Utara yang berlangsung di Hotel Grand Mercure Medan, Kamis (23/07/2026), Maya Hasmita menerima penghargaan dari PMI Provinsi Sumatera Utara. Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusinya dalam mendukung penanganan tanggap darurat bencana di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah bersama PMI Sumut.

Penghargaan itu mungkin hanya berupa sebuah simbol. Namun, di balik penghargaan tersebut tersimpan cerita panjang tentang kepedulian, kolaborasi, dan kehadiran pemerintah daerah dalam setiap misi kemanusiaan yang membutuhkan perhatian bersama.
Didampingi Wakil Bupati Labuhanbatu, H. Jamri, Maya Hasmita hadir dalam forum yang mempertemukan pengurus PMI, relawan, pemerintah daerah, hingga para mitra kemanusiaan dari seluruh penjuru Sumatera Utara.
Di forum itulah nama Maya Hasmita disebut sebagai salah satu kepala daerah yang dinilai memberikan dukungan terhadap berbagai upaya kemanusiaan yang dijalankan PMI.
Bagi sebagian orang, penghargaan merupakan akhir dari sebuah proses. Namun bagi Maya Hasmita, penghargaan justru menjadi pengingat bahwa masih banyak pekerjaan kemanusiaan yang harus dilakukan.
Sebagai kepala daerah, Maya Hasmita dikenal aktif mendorong berbagai program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Mulai dari pelayanan kesehatan, perlindungan kelompok rentan, hingga penanganan situasi darurat yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
Karena itu, ketika PMI Sumatera Utara memberikan penghargaan atas kontribusi Labuhanbatu dalam penanganan bencana di Sibolga dan Tapanuli Tengah, penghargaan tersebut tidak hanya ditujukan kepada seorang bupati. Penghargaan itu menjadi representasi dari semangat gotong royong yang selama ini dibangun di Kabupaten Labuhanbatu.
Musprov XII PMI Sumatera Utara sendiri mengangkat tema “PMI Provinsi Sumatera Utara yang Profesional, Mandiri, dan Dicintai Masyarakat dalam Pelayanan Kemanusiaan.”
Tema tersebut sejalan dengan tantangan yang dihadapi saat ini. Perubahan iklim, potensi bencana alam, hingga persoalan sosial menuntut hadirnya kepemimpinan yang tidak hanya mampu mengambil keputusan, tetapi juga membangun kolaborasi.










