Dalam sambutannya, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sumut, Basarin Yunus Tanjung, menegaskan bahwa tantangan kemanusiaan ke depan membutuhkan kerja bersama.

“Tantangan kemanusiaan di masa depan tidak mungkin dihadapi sendiri, melainkan harus dijawab dengan semangat gotong royong dan kebersamaan,” ujar Basarin Yunus Tanjung.
Pernyataan tersebut seolah menggambarkan apa yang telah dilakukan oleh banyak pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu bersama PMI.
Bagi Maya Hasmita, kolaborasi bukan sekadar slogan. Dalam berbagai kesempatan, Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu terus memperkuat sinergi dengan organisasi kemanusiaan, termasuk PMI, untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih cepat dan efektif.
Hal itu terlihat ketika bencana melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara. Dukungan yang diberikan tidak hanya berupa perhatian moral, tetapi juga diwujudkan melalui keterlibatan dalam berbagai upaya penanganan tanggap darurat.
Ketua PMI Sumatera Utara, Rahmat Shah, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang selama ini menjadi mitra strategis PMI.
“Dukungan seluruh pihak menjadi modal besar bagi PMI untuk terus memperkuat pelayanan kemanusiaan yang profesional dan semakin dicintai masyarakat,” kata Rahmat Shah.
Bagi Labuhanbatu, penghargaan yang diterima Maya Hasmita memiliki makna yang lebih luas. Penghargaan tersebut menunjukkan bahwa kontribusi daerah tidak selalu diukur dari pembangunan fisik semata. Kepedulian terhadap sesama, keberpihakan kepada masyarakat yang terdampak musibah, dan dukungan terhadap gerakan kemanusiaan juga menjadi bagian penting dari pembangunan.
Di tengah dinamika pemerintahan daerah yang penuh tantangan, penghargaan dari PMI Sumatera Utara menjadi catatan positif bagi kepemimpinan Maya Hasmita.
Apalagi penghargaan tersebut diberikan oleh organisasi kemanusiaan yang selama ini berada di garis depan ketika bencana terjadi, ketika masyarakat membutuhkan bantuan, dan ketika solidaritas sosial diuji.
Momentum Musprov XII PMI Sumatera Utara akhirnya tidak hanya menjadi agenda organisasi. Bagi Maya Hasmita, kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga kemanusiaan mampu menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.
Penghargaan yang diterima di Medan itu menjadi simbol bahwa kerja kemanusiaan yang dilakukan dengan tulus akan selalu menemukan jalannya untuk memberi manfaat.
Dari Labuhanbatu, semangat itu terus dijaga. Dari sebuah penghargaan, lahir harapan agar kolaborasi kemanusiaan semakin kuat. Dan dari sosok Maya Hasmita, masyarakat melihat bahwa kepemimpinan tidak hanya hadir di balik meja pemerintahan, tetapi juga dalam setiap langkah yang membawa manfaat bagi sesama. (Red)










