Sebelumnya, Ketua Pembina Yayasan Pondok Pesantren Daarul Muhsinin, Buya Dr H. Umar Syadat Hasibuan M.Si menjelaskan, pondok pesantren Daarul Muhsinin ini, didirikan oleh adiknya bersama dengan orang tuanya pada tahun 1990 lalu.

“Pondok pesantren Daarul Muhsinin ini didirikan pada tahun 1990 oleh almarhum adik saya di area hampir 8 hektar, yang membangun termasuk orang tua kami, saya hanya meneruskan. Pesantren ini alhamdulillah sudah hampir 35 tahun,” jelas Buya Dr H. Umar Syadat Hasibuan, M.Si.
Menurutnya, suatu kebahagiaan bagi diri sendiri karena telah berhasil meloloskan santri dari Daarul Muhsinin ke Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Terlebih, santri mereka termasuk penghafal 30 Juz Al Qur’an, dan menerima beasiswa di Universitas Al-Azhar.
“Alhamdulillah, ada kebahagian tersendiri untuk saya, terakhir santri pondok pesantren Daarul Muhsinin yang lolos Universitas Al Azhar tahun 2018, dapat beasiswa dan penghafal 30 Juz Al Qur’an,”ucapnya.
Buya Umar turut mengucapkan selamat kepada santri dan santriwati yang telah menyelesaikan wisudanya. Buya berharap, bekal yang telah dimiliki dari Daarul Muhsinin, dapat dijadikan bekal yang baik dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi.
Dalam acara pelepasan santri dan santriwati, terlihat anggota DPR RI, Fraksi Partai Demokrat, H. Muhammad Lokot Nasution ST, menyerahkan bantuan berupa 1 unit bus sekolah kepada Pondok Pesantren Daarul Muhsinin guna menambah fasilitas anak di pesantren tersebut. (Red)









