Dalam keterangannya, Letkol Inf Yudy Ardiyan Saputro menegaskan bahwa TNI selalu mengedepankan pendekatan humanis.
“Kami ingin hadir dengan hati. Aksi mahasiswa adalah bagian dari demokrasi yang harus dihargai. Dengan jalur damai, semua aspirasi bisa tersampaikan tanpa harus ada gesekan,” ujar Dandim 0209/LB.

Aksi damai yang berlangsung hingga pukul 13.45 WIB itu akhirnya ditutup dengan tertib. Tidak ada insiden, tidak ada kericuhan. Yang tersisa hanyalah suasana persaudaraan yang kental. Masyarakat pulang dengan tenang, mahasiswa merasa aspirasinya telah didengar, sementara aparat meninggalkan lokasi dengan senyum penuh kepuasan karena berhasil menjaga keamanan tanpa harus bersikap represif.

Mahasiswa mengajak Dandim 0209/LB untuk berfoto bersama
Bagi Labuhanbatu, hari itu bukan sekadar aksi unjuk rasa. Ia menjadi catatan penting dalam perjalanan demokrasi lokal: bahwa perbedaan suara bisa disampaikan tanpa pertentangan, dan bahwa TNI dapat menjadi penyejuk yang menjaga harmoni di tengah keramaian. (Afdillah)









