Dalam sambutannya, Camat Rantau Utara M. Napsir Rambe, ST mengatakan Pemerintah Kecamatan Rantau Utara memberikan dukungan penuh terhadap keberadaan Kampung Pancasila karena diyakini mampu memperkuat persatuan sekaligus menjadi benteng menghadapi berbagai persoalan sosial.
“Kami mendukung penuh kegiatan Kampung Pancasila ini. Harapan kami, melalui program ini masyarakat semakin kompak dan berbagai persoalan seperti penyalahgunaan narkoba maupun perjudian bisa ditekan di Kecamatan Rantau Utara,” ujar Camat Rantau Utara (Senin, 27/07/2026).

Ia berharap Kampung Pancasila Cut Mutia mampu memberikan hasil terbaik pada penilaian tahun ini.
“Kami optimistis Kampung Pancasila di Kecamatan Rantau Utara bisa meraih prestasi terbaik. Yang paling penting, sinergi antara pemerintah, TNI, Polri dan masyarakat harus terus dijaga,” kata Napsir.
Sementara itu, Dandim 0209/Labuhanbatu Letkol Kav Hanung Kaptiaji, S.Sos., M.I.P. menjelaskan bahwa Kampung Pancasila Cut Mutia merupakan wakil Kodam I/Bukit Barisan setelah berhasil menjadi yang terbaik pada seleksi tingkat kodam.
Menurutnya, kini Labuhanbatu membawa nama Sumatera Utara untuk bersaing dengan perwakilan dari seluruh Indonesia.
“Saat ini kita sudah berada di tingkat nasional. Kampung Pancasila Cut Mutia dipercaya mewakili Kodam I/Bukit Barisan. Lawan kita berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Karena itu, kami ingin menunjukkan yang terbaik,” Terang Hanung (Senin, 27/07/2026).
Namun, ia menegaskan bahwa tujuan utama Kampung Pancasila bukan semata-mata mengejar gelar juara.
“Yang paling penting adalah bagaimana nilai-nilai Pancasila benar-benar hidup dalam kehidupan masyarakat. Kekompakan warga di sini menjadi alasan mengapa Kampung Pancasila Cut Mutia dipilih. Tinggal bagaimana konsistensi ini terus dipertahankan,” Tutur Dandim.

Dandim 0209/Labuhanbatu Letkol Kav Hanung Kaptiaji, S.Sos., M.I.P.
Di hadapan masyarakat, Ketua Tim Penilai Nasional Letkol Arm Yan Octa Rombenata, S.Sos. mengaku terkesan dengan sambutan yang diberikan warga sejak rombongan tiba di Labuhanbatu.
Ia mengatakan penilaian dilakukan tidak hanya berdasarkan dokumen, tetapi juga melihat langsung kondisi di lapangan.
Kami melihat langsung bagaimana masyarakat menerima tamu dengan baik, menjaga kebersamaan dan bergotong royong. Itulah nilai yang ingin kami lihat dalam Kampung Pancasila,” ungkap Ketua Tim Penilai (Senin, 27/07/2026).
Ia menjelaskan, sebelumnya seluruh Kodam di Indonesia diminta mengirimkan tiga nominasi terbaik. Setelah melalui proses seleksi, masing-masing Kodam hanya mengirim satu wakil untuk dinilai di tingkat nasional.
“Kodim 0209/Labuhanbatu dipercaya mewakili Kodam I/Bukit Barisan. Kami berharap apa yang sudah dibangun di sini tidak hanya dilakukan saat lomba, tetapi terus dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari,” Jelas Letkol Arm Yan Octa.

Semangat gotong royong, toleransi, dan kebersamaan ditunjukkan warga Kampung Pancasila Cut Mutia saat menerima kunjungan Tim Penilai Nasional
Menurut Yan Octa, pemanfaatan media sosial juga menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian dalam penilaian.
“Media sosial harus menjadi sarana untuk menyebarkan kegiatan-kegiatan positif. Apa yang dilakukan di Kampung Pancasila ini bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia,” Imbuhnya.

Papandaya-2/Binpot Soswil Spaban III/Konsos Sterad Letkol Arm Yan Octa Rombenata, S.Sos.
Ia menambahkan hasil penilaian nasional dijadwalkan diumumkan pada akhir September atau awal Oktober 2026.
Kunjungan tim penilai berlangsung hingga siang hari. Seluruh rangkaian kegiatan memperlihatkan kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, aparat kewilayahan dan masyarakat dalam menjaga nilai-nilai Pancasila tetap hidup di tengah kehidupan sehari-hari.
Lebih dari sekadar mengikuti perlombaan, Kampung Pancasila Cut Mutia diharapkan menjadi contoh bagaimana semangat gotong royong, toleransi, kepedulian sosial, pemberdayaan ekonomi dan cinta tanah air dapat tumbuh dari lingkungan terkecil, lalu menginspirasi daerah lain di Indonesia. (Afdillah)










