Sementara itu, Dandim 0209/Labuhanbatu Letkol Kav Hanung Kaptiaji menyampaikan pentingnya sinergi seluruh elemen dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, ancaman narkotika harus dihadapi secara bersama-sama karena dampaknya dapat merusak sendi kehidupan sosial.

Kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat hubungan antara aparat dan masyarakat. Melalui pendekatan yang humanis, warga diajak memahami bahwa perang terhadap narkoba membutuhkan keterlibatan semua pihak. Selain sosialisasi, Polres Labuhanbatu menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat dan anak yatim.
Bantuan itu diharapkan dapat meringankan kebutuhan penerima sekaligus mempererat hubungan antara institusi kepolisian dengan warga. Program Kampung Bebas dari Narkoba sendiri menjadi salah satu langkah preventif yang terus didorong Polres Labuhanbatu.
Melalui program ini, masyarakat memperoleh ruang untuk berdiskusi, belajar, serta berpartisipasi dalam pencegahan penyalahgunaan narkotika. Banyak pihak menilai pendekatan edukatif dan sosial seperti ini mampu meningkatkan kesadaran publik.
Dengan keterlibatan warga, upaya pencegahan dapat berjalan lebih efektif dibanding hanya mengandalkan penindakan hukum. Ke depan, Polres Labuhanbatu berkomitmen memperluas kegiatan serupa di berbagai wilayah. Langkah tersebut bertujuan membangun lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari ancaman narkoba.
Melalui kolaborasi antara kepolisian, TNI, tokoh agama, organisasi masyarakat, dan warga, harapan mewujudkan Kampung Bebas dari Narkoba semakin terbuka. Kesadaran kolektif yang terus tumbuh diyakini menjadi kekuatan utama dalam melindungi generasi muda dari bahaya narkotika.
Dengan semangat kebersamaan itu, Polres Labuhanbatu berharap gerakan melawan narkoba tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi berkembang menjadi budaya positif yang tumbuh di tengah masyarakat. Upaya tersebut menjadi bagian penting untuk menciptakan Kabupaten Labuhanbatu yang aman, sehat, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika. (Red)










