Dandim berharap karya yang dibuat masyarakat menampilkan keadaan apa adanya, tanpa dibuat berlebihan. Menurutnya, gambaran kondisi lapangan yang jujur justru akan lebih kuat menunjukkan manfaat pembangunan.
“Tidak usah dibuat rumit. Tampilkan saja bagaimana kondisi sebelum dibangun, bagaimana prosesnya, lalu bagaimana sekarang masyarakat memanfaatkannya. Itu sudah cukup kuat,” ucap Hanung.

Untuk kategori publikasi media sosial, penilaian akan dilihat dari jumlah penonton, tanda suka, pembagian, dan komentar. Karena itu, masyarakat yang memiliki akun media sosial dengan jangkauan luas diharapkan turut menyebarluaskan informasi tersebut.
Menurut Dandim, lomba ini bukan hanya soal kompetisi. Lebih dari itu, ini menjadi ruang agar cerita pembangunan lahir dari masyarakat sendiri.
“Nanti masyarakat yang bercerita. Dari situ orang akan melihat bahwa pembangunan ini bukan sekadar bangunan, tetapi memang memberi manfaat dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya.
Pemenang tingkat nasional akan diumumkan pada rapat evaluasi bidang teritorial. Masing-masing kategori menyediakan hadiah Juara I sebesar Rp30 juta, Juara II Rp20 juta, dan Juara III Rp10 juta.









