Menu

Mode Gelap
Kodim 0209/LB Sikat Bandar Sabu di Torgamba, Warga Pinang Dame Heboh Andreas Menggila! Polres Labuhanbatu Guncang Stadion Binaraga Jembatan Garuda Dikebut, Warga Bilah Barat Kini Punya Harapan Baru Kodim 0209/LB Pastikan Idul Adha di Langga Payung Aman dan Khidmat Polres Labuhanbatu Tantang Labusel, Duel Panas Warnai Pekan Olahraga Polda Sumut Sinergi Makin Solid, Kodim 0209/LB Hadir di Paripurna Strategis DPRD

Daerah

Menelusuri Asal Mula Rantauprapat: Dari Rantau Sungai Menjadi Jantung Labuhanbatu

badge-check


					Menelusuri Asal Mula Rantauprapat: Dari Rantau Sungai Menjadi Jantung Labuhanbatu Perbesar

AKARRUMPUT.COM, Labuhanbatu – Rantauprapat, kota yang kini menjadi pusat pemerintahan dan aktivitas ekonomi Kabupaten Labuhanbatu, tumbuh dari sebuah kawasan sederhana di tepian Sungai Bilah. Sungai ini bukan sekadar bentang alam, melainkan urat nadi kehidupan masyarakat pada masa lalu.

Sejarah mencatat, jauh sebelum jalan raya dan kendaraan bermotor mendominasi, Sungai Bilah menjadi jalur utama transportasi dan perdagangan. Perahu-perahu kecil hingga kapal pengangkut hasil bumi lalu lalang membawa komoditas dari wilayah pedalaman menuju pesisir timur Sumatera.

Sungai Bilah

Hal tersebut dikuatkan oleh kesaksian warga lokal asli bernama Ahmad Hasrun Rambe dengan sapaan akrabnya Acun. Saat ditemui awak media di kediamannya, Acun mengungkapkan, “bahwa Sungai Bilah pada masa lalu menjadi pelabuhan terakhir bagi warga untuk menjual hasil pertanian, seperti getah, pisang, dan komoditas lainnya, yang berasal dari Hapesong, Aek Marburik, Bandar Kumbul, serta daerah sekitarnya.” Ujar Acun.  (Jumat, 26/12/2025).

“Selain sebagai jalur perdagangan, Sungai Bilah juga berfungsi sebagai pusat transportasi masyarakat menuju Kota Rantauprapat, mengingat pada waktu itu belum tersedia akses darat yang menghubungkan wilayah-wilayah tersebut,” tambah warga lokal asli itu.

Warga lokal asli Ahmad Hasrun Rambe (Acun)

Nama Rantauprapat sendiri diyakini lahir dari aktivitas tersebut. Kata rantau dimaknai sebagai tempat singgah, sementara perapat atau rapat merujuk pada lokasi berkumpulnya banyak orang. Kawasan ini menjadi titik temu para pedagang untuk beristirahat, berdagang, sekaligus bertukar kabar dan informasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kodim 0209/LB Sikat Bandar Sabu di Torgamba, Warga Pinang Dame Heboh

20 Mei 2026 - 10:09 WIB

Andreas Menggila! Polres Labuhanbatu Guncang Stadion Binaraga

20 Mei 2026 - 00:02 WIB

Jembatan Garuda Dikebut, Warga Bilah Barat Kini Punya Harapan Baru

19 Mei 2026 - 19:34 WIB

Kodim 0209/LB Pastikan Idul Adha di Langga Payung Aman dan Khidmat

19 Mei 2026 - 19:26 WIB

Polres Labuhanbatu Tantang Labusel, Duel Panas Warnai Pekan Olahraga Polda Sumut

18 Mei 2026 - 21:37 WIB

Trending di News