Di sisi lain, Ketua SMSI Labuhanbatu, Teguh Adi Putra Sitorus, menilai sambutan Sekda sebagai bukti nyata bahwa pemerintah daerah menempatkan pers sebagai mitra strategis. Menurutnya, penyerahan sertifikat UKW bukan hanya acara seremonial, melainkan pengakuan atas kerja keras wartawan yang telah membuktikan kompetensinya.
“Kami ingin acara ini menjadi penegasan bahwa wartawan di Labuhanbatu tidak lagi sekadar ‘penulis berita’, tetapi profesional yang punya sertifikasi resmi,” ujar Teguh (Senin, 25/08/2025).

Pertemuan itu semakin bermakna dengan hadirnya Asisten III Pemkab Labuhanbatu Zaid Harahap, Sekjend SMSI Bambang Afdillah, Bendahara SMSI Parlaungan Sipahutar, serta sejumlah pengurus lainnya, termasuk Herman Damanik.
Dukungan dari berbagai pihak menegaskan, bahwa UKW bukan hanya milik SMSI, tetapi juga milik masyarakat Labuhanbatu yang mendambakan pers yang kredibel. (Ce-ha)













