Asap yang muncul dari lahan terbakar mulai terasa di sekitar kawasan. Karena itu, petugas meminta masyarakat menggunakan masker sebagai langkah perlindungan dari paparan asap.
Petugas juga terus mengawasi kondisi di sekitar titik kebakaran. Langkah tersebut penting untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api setelah proses pemadaman.

Situasi di lapangan menjadi perhatian karena lokasi kebakaran berada di sekitar kawasan perumahan. Jika api tidak segera dikendalikan, kobaran berpotensi bergerak menuju area yang lebih dekat dengan permukiman.
Penanganan kebakaran lahan kali ini menunjukkan pentingnya kerja sama antarlembaga. Polisi, TNI, Damkar dan BPBD bergerak dalam satu tim.
Kapolres Labuhanbatu menekankan pentingnya respons cepat dalam menghadapi kebakaran lahan.
“Sinergitas Polri, TNI, Damkar dan BPBD sangat penting dalam menghadapi kebakaran. Kecepatan bertindak menjadi kunci agar api tidak semakin meluas dan masyarakat tetap aman,” ujarnya.
Tim gabungan masih melakukan pendinginan dan pemantauan di sekitar lokasi. Petugas memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran baru.
Polres Labuhanbatu juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika kondisi cuaca panas dan kering.
Masyarakat diminta segera melaporkan apabila melihat kepulan asap atau titik api di sekitar lahan. Laporan lebih awal dapat mempercepat tindakan petugas.
Kebakaran lahan di sekitar Perumahan Puncak Panatapan akhirnya menjadi perhatian bersama. Respons cepat Polres Labuhanbatu bersama TNI, Damkar dan BPBD menjadi langkah penting untuk mencegah api meluas ke permukiman.
Upaya pemadaman dan pemantauan terus dilakukan hingga kondisi benar-benar aman. Keselamatan warga tetap menjadi prioritas dalam penanganan kebakaran lahan tersebut. (Red)










