Hasan menegaskan bahwa dampak cuaca ekstrem tidak hanya berisiko terhadap infrastruktur, tetapi juga mengancam keselamatan dan kesehatan masyarakat.

“Kita harus meningkatkan kewaspadaan. Pencegahan bisa dimulai dari hal sederhana, seperti gotong royong membersihkan lingkungan dan memastikan parit serta saluran air tidak tersumbat,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh aparatur dan masyarakat untuk membangun kesadaran kolektif dalam menghadapi potensi bencana, khususnya pada musim hujan.
Apel gabungan tersebut juga menjadi momentum penguatan solidaritas internal. Kegiatan ditutup dengan penyerahan tali asih kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memasuki masa purna bakti serta ASN yang sedang mengalami musibah.
“Gotong royong bukan hanya menjaga lingkungan, tetapi juga memperkuat empati dan tanggung jawab sosial kita sebagai pelayan publik,” pungkas Sekda.
Apel Gabungan Kelompok I turut dihadiri para Staf Ahli Bupati, para Asisten Setdakab, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta seluruh peserta apel. (Red)









