AKARRUMPUT.COM, Labura – Pagi itu, Rabu (28/01/2026), Padang Halaban tidak seperti biasanya. Langit tampak cerah, namun udara terasa berat. Di hamparan lahan seluas puluhan hektare, aparat kepolisian bersiaga. Di sisi lain, warga berdiri dengan wajah beragam ada yang pasrah, ada yang cemas, ada pula yang memilih diam.
Di tengah situasi yang sensitif itu, Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya, S.I.K., M.Si berdiri memimpin apel kesiapan. Suaranya tenang. Tatapannya menyapu barisan personel satu per satu. Tak ada nada tinggi, tak ada perintah keras. Yang ia sampaikan justru pesan yang jarang terdengar dalam pengamanan eksekusi lahan.

“Pengamanan ini adalah misi kemanusiaan,” katanya tegas.
Kalimat itu bukan sekadar slogan. Bagi AKBP Wahyu Endrajaya, pengamanan eksekusi bukan soal menunjukkan kekuatan negara, melainkan tentang bagaimana negara hadir tanpa melukai rasa kemanusiaan warganya.
Hari itu, Polres Labuhanbatu melaksanakan pengamanan eksekusi lahan di Padang Halaban berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.
Perkara perdata antara PT Sinar Mas Agro Resources and Technology (SMART) Tbk Padang Halaban sebagai pemohon eksekusi dengan Kelompok Tani Padang Halaban dan Sekitarnya (KTPHS) telah melalui proses hukum panjang, dari Pengadilan Negeri Rantauprapat hingga Mahkamah Agung.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya, S.I.K., M.Si berdiri memimpin apel kesiapan
Objek eksekusi berupa lahan seluas kurang lebih 78,2 hektare. Angka yang besar. Dampaknya pun tidak kecil. Karena di atas lahan itulah berdiri rumah, kenangan, dan sumber penghidupan warga selama bertahun-tahun.









